BERSIKAPLAH LEBIH DEWASA

BERSIKAPLAH LEBIH DEWASA ❤`Jangan tangisi sebuah perpisahan. suatu saat engkau akan berterimakasih karena hal itu telah membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika ada orang yang menyakitimu, ❤`janganlah membalas menyakiti. Tetapi bersikaplah lebih dewasa. Krena sakit yang sedang kamu rasakan adalah pelajaran yang teramat berharga untuk membuatmu lebih dewasa dalam bersikap . ❤`Memang luka di tubuh bisa dengan cepatnya sembuh. Sedangkan luka di hati sulit sekali untuk bisa sembuh. namun keikhlasan hatilah yang mampu mengobatinya.. ❤`Semoga kita menjadi pribadi yang penyabar dan semakin dewasa dalam bersikap.. ❤`Aamiin Aamiin Yaa Rabbal'alaamiin`

KISAH KEAJAIBAN MEMUJI RASULULLAH ( orang SILAM harus 'LIKE' ) Dahulu di masa seorang penyair hebat dan sangat terkenal yaitu Syaikh Farazdaq dimana beliau selalu asyik memuji Rasulullah Saw., beliau mempunyai kebiasaan melakukan ibadah haji setiap tahunnya. Suatu waktu ketika beliau melakukan ibadah haji kemudian datang berziarah ke makam Rasulullah Saw. Dan membaca qasidah di makam beliau shallallahu alaihi wasallam. Dan ketika itu ada seseorang yang mendengarkan qasidah pujian yang dilantunkannya. Setelah selesai membaca qasidah, orang itu menemui Syaikh Farazdaq dan mengajak beliau untuk makan siang ke rumahnya. Beliau pun menerima ajakan orang tersebut dan setelah berjalan jauh hingga keluar dari Madinah al- Munawwarah sampailah keduanya di rumah yang dituju. Sesampainya di dalam rumah, orang tersebut memegangi Syaikh Farazdaq dan berkata: “Sungguh aku sangat membenci orang-orang yang memuji- muji Muhammad, dan kubawa engkau ke sini untuk kugunting lidahmu!” Maka orang itu menarik lidah beliau lalu mengguntingnya dan berkata: “Ambillah potongan lidahmu ini dan pergilah untuk kembali memuji Muhammad!” Maka Syaikh Farazdaq pun menangis karena rasa sakit dan juga sedih tidak bisa lagi membaca syair untuk Sayyidina Muhammad Saw. Kemudian beliau datang ke makam Rasulullah Saw. seraya berdoa: “Ya Allah jika penghuni makam ini tidak suka atas pujian-pujian yang aku lantunkan untuknya maka biarkan aku tidak lagi bisa berbicara seumur hidupku, karena aku tidak butuh kepada lidah ini kecuali hanya untuk memujiMu dan memuji NabiMu. Namun jika Engkau dan NabiMu ridha maka kembalikanlah lidahku ini ke mulutku seperti semula.” Beliau terus menangis hingga tertidur dan bermimpi jumpa dengan Rasulullah Saw. yang berkata: “Aku senang mendengar pujian-pujianmu, berikanlah potongan lidahmu.” Lalu Rasulullah Saw. Mengambil potongan lidah itu dan mengembalikannya pada posisinya semula. Ketika Syaikh Farazdaq terbangun dari tidurnya beliau mendapati lidahnya telah kembali seperti semula, maka beliaupun bertambah dahsyat memuji Rasulullah Saw. Hingga di tahun selanjutnya beliau datang lagi menziarahi Rasulullah Saw. dan kembali membaca pujian-pujian untuk Rasulullah Saw. Dan di saat itu datanglah seorang yang masih muda dan gagah serta berwajah cerah menemui beliau dan mengajak beliau untuk makan siang di rumahnya. Beliau teringat kejadian tahun yang lalu namun beliau tetap menerima ajakan tersebut sehingga beliau dibawa ke rumah anak muda itu. Sesampainya di rumah anak muda itu, beliau dapati rumah itu adalah rumah yang dulu pernah beliau datangi lalu lidah beliau dipotong. Anak muda itu pun meminta beliau untuk masuk yang akhirnya beliau pun masuk ke dalam rumah itu hingga mendapati sebuah kurungan besar terbuat dari besi dan di dalamnya ada kera yang sangat besar dan terlihat sangat beringas, maka anak muda itu berkata: “Engkau lihat kera besar yang di dalam kandang itu, dia adalah ayahku yang dulu telah menggunting lidahmu, maka keesokan harinya Allah merubahnya menjadi seekor kera.” Dan hal yang seperti ini telah terjadi pada ummat terdahulu, sebagaimana firman Allah Swt.: ﻓﻠﻤﺎ ﻋﺘﻮﺍ ﻋﻦ ﻣﺎ ﻧﻬﻮﺍ ﻋﻨﻪ ﻗﻠﻨﺎ ﻟﻬﻢ ﻛﻮﻧﻮﺍ ﻗﺮﺩﺓ ﺧﺎﺳﺌﻴﻦ ) ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ 166: ) “Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang, Kami katakan kepada mereka: “Jadilah kalian kera yang hina”. (QS. al- A’raf ayat 166) Kemudian anak muda itu berkata: “Jika ayahku tidak bisa sembuh maka lebih baik Allah matikan saja.” Maka Syaikh Farazdaq berdoa: “Ya Allah aku telah memaafkan orang itu dan tidak ada lagi dendam dan rasa benci kepadanya.” Dan seketika itu pun Allah Swt. mematikan kera itu dan mengembalikannya pada wujud yang semula. Dari kejadian ini jelaslah bahwa sungguh Allah Swt. mencintai orang- orang yang suka memuji Nabi Muhammad Saw. Karena pujian kepada Nabi Muhammad Saw. disebabkan oleh cinta dan banyak memuji kepada Nabi Muhammad Saw. berarti pula banyak mencintai beliau Saw. Dan semakin banyak orang yang berdzikir, bershalawat dan memuji Nabi Muhammad Saw., maka Allah akan semakin menjauhkan kita, wilayah kita dan wilayah-wilayahsekitar dari musibah dan digantikan dengan curahan rahmat dan anugerah dari Allah Swt “Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur” ( Taushiyah Al-Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa)

KISAH KEAJAIBAN MEMUJI RASULULLAH ( orang SILAM harus 'LIKE' ) Dahulu di masa seorang penyair hebat dan sangat terkenal yaitu Syaikh Farazdaq dimana beliau selalu asyik memuji Rasulullah Saw., beliau mempunyai kebiasaan melakukan ibadah haji setiap tahunnya. Suatu waktu ketika beliau melakukan ibadah haji kemudian datang berziarah ke makam Rasulullah Saw. Dan membaca qasidah di makam beliau shallallahu alaihi wasallam. Dan ketika itu ada seseorang yang mendengarkan qasidah pujian yang dilantunkannya. Setelah selesai membaca qasidah, orang itu menemui Syaikh Farazdaq dan mengajak beliau untuk makan siang ke rumahnya. Beliau pun menerima ajakan orang tersebut dan setelah berjalan jauh hingga keluar dari Madinah al- Munawwarah sampailah keduanya di rumah yang dituju. Sesampainya di dalam rumah, orang tersebut memegangi Syaikh Farazdaq dan berkata: “Sungguh aku sangat membenci orang-orang yang memuji- muji Muhammad, dan kubawa engkau ke sini untuk kugunting lidahmu!” Maka orang itu menarik lidah beliau lalu mengguntingnya dan berkata: “Ambillah potongan lidahmu ini dan pergilah untuk kembali memuji Muhammad!” Maka Syaikh Farazdaq pun menangis karena rasa sakit dan juga sedih tidak bisa lagi membaca syair untuk Sayyidina Muhammad Saw. Kemudian beliau datang ke makam Rasulullah Saw. seraya berdoa: “Ya Allah jika penghuni makam ini tidak suka atas pujian-pujian yang aku lantunkan untuknya maka biarkan aku tidak lagi bisa berbicara seumur hidupku, karena aku tidak butuh kepada lidah ini kecuali hanya untuk memujiMu dan memuji NabiMu. Namun jika Engkau dan NabiMu ridha maka kembalikanlah lidahku ini ke mulutku seperti semula.” Beliau terus menangis hingga tertidur dan bermimpi jumpa dengan Rasulullah Saw. yang berkata: “Aku senang mendengar pujian-pujianmu, berikanlah potongan lidahmu.” Lalu Rasulullah Saw. Mengambil potongan lidah itu dan mengembalikannya pada posisinya semula. Ketika Syaikh Farazdaq terbangun dari tidurnya beliau mendapati lidahnya telah kembali seperti semula, maka beliaupun bertambah dahsyat memuji Rasulullah Saw. Hingga di tahun selanjutnya beliau datang lagi menziarahi Rasulullah Saw. dan kembali membaca pujian-pujian untuk Rasulullah Saw. Dan di saat itu datanglah seorang yang masih muda dan gagah serta berwajah cerah menemui beliau dan mengajak beliau untuk makan siang di rumahnya. Beliau teringat kejadian tahun yang lalu namun beliau tetap menerima ajakan tersebut sehingga beliau dibawa ke rumah anak muda itu. Sesampainya di rumah anak muda itu, beliau dapati rumah itu adalah rumah yang dulu pernah beliau datangi lalu lidah beliau dipotong. Anak muda itu pun meminta beliau untuk masuk yang akhirnya beliau pun masuk ke dalam rumah itu hingga mendapati sebuah kurungan besar terbuat dari besi dan di dalamnya ada kera yang sangat besar dan terlihat sangat beringas, maka anak muda itu berkata: “Engkau lihat kera besar yang di dalam kandang itu, dia adalah ayahku yang dulu telah menggunting lidahmu, maka keesokan harinya Allah merubahnya menjadi seekor kera.” Dan hal yang seperti ini telah terjadi pada ummat terdahulu, sebagaimana firman Allah Swt.: ﻓﻠﻤﺎ ﻋﺘﻮﺍ ﻋﻦ ﻣﺎ ﻧﻬﻮﺍ ﻋﻨﻪ ﻗﻠﻨﺎ ﻟﻬﻢ ﻛﻮﻧﻮﺍ ﻗﺮﺩﺓ ﺧﺎﺳﺌﻴﻦ ) ﺍﻷﻋﺮﺍﻑ 166: ) “Maka setelah mereka bersikap sombong terhadap segala apa yang dilarang, Kami katakan kepada mereka: “Jadilah kalian kera yang hina”. (QS. al- A’raf ayat 166) Kemudian anak muda itu berkata: “Jika ayahku tidak bisa sembuh maka lebih baik Allah matikan saja.” Maka Syaikh Farazdaq berdoa: “Ya Allah aku telah memaafkan orang itu dan tidak ada lagi dendam dan rasa benci kepadanya.” Dan seketika itu pun Allah Swt. mematikan kera itu dan mengembalikannya pada wujud yang semula. Dari kejadian ini jelaslah bahwa sungguh Allah Swt. mencintai orang- orang yang suka memuji Nabi Muhammad Saw. Karena pujian kepada Nabi Muhammad Saw. disebabkan oleh cinta dan banyak memuji kepada Nabi Muhammad Saw. berarti pula banyak mencintai beliau Saw. Dan semakin banyak orang yang berdzikir, bershalawat dan memuji Nabi Muhammad Saw., maka Allah akan semakin menjauhkan kita, wilayah kita dan wilayah-wilayahsekitar dari musibah dan digantikan dengan curahan rahmat dan anugerah dari Allah Swt “Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur” ( Taushiyah Al-Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawa)

BERHENTILAH BERHARAP PADA YANG TAK PEDULI

BERHENTILAH BERHARAP PADA YANG TAK PEDULI Berharap untuk memiliki seseorang yang tidak mungkin kita milki.. Adalah sebuah harapan penuh kesia- siaan. Mencintai seseorang yang sudah tidak mencintai kita.. Adalah sebuah ketersikasaan. Berharap seseorang yang sudah tidak peduli kepada kita.. Adalah sebuah penantian yang tidak berguna. Memikirkan seseorang yang tidak mau mengerti perasaan kita.. Hanyalah menghabiskan banyak waktu terbuang percuma. Ada baiknya.. Segeralah berusaha untuk melupakan itu semua. Tak perlu kita larut terlalu lama dalam kesia-siaan. Karena kalau tidak. Maka hati kitalah yang akan terus tersiksa. Tetaplah melangkah ke depan. Jangan biarkan hidup kita sia-sia. Karena disana masa depan telah menunggu kita. Masa depan yang ceria penuh bahagia. => Yang Setuju klik 'Bagikan'

Copyright © / CATATAN ANA SANTRI

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger