Laman

A. A. D. K

0 komentar

A. A. D. K
ADA APA DENGAN KITA?

Saat mobil mewah dan mulus yg kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.

Tetapi... tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yg melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infaq dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski di sekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar.



ADA APA DENGAN KITA...?

Kata-kata kotor dan dampratan seketika keluar ketika sebuah mobil yg melaju kencang menciprati pakaian bersih kita. Enggan dan malu kita menggunakan pakaian yg terkena noda tinta meski hanya setitik. Kita tanggalkan pakaian2 yg robek, bolong dan menggantinya dengan yg baru.

Tetapi... kita tak pernah ambil pusing dgn tumpukan dosa yg mengotori tubuh ini, kita tak pernah merasa malu berjalan meski wajah kita penuh noda kenistaan, kita pun tak pernah tahu bahwa titik2 hitam terus menyerang hati ini hingga saatnya hati kita begitu pekat, dan kitapun tak pernah mencoba memperbaharuinya.

ADA APA DENGAN KITA...?

Kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak didengarkan. Hati ini begitu sakit jika orang lain mengindahkan panggilan kita. Terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita karena kita seorang pejabat, pengusaha, kepala pemerintahan, tokoh masyarakat bahkan orang terpandang, kita sangat khawatir kalau2 orang membenci kita, dan berat rasanya saat orang2 meninggalkan kita.

Tetapi... tidak jarang kita abaikan nasihat orang, begitu sering kita tak mempedulikan panggilan adzan, tak bergetar hati ini saat lantunan ayat-ayat Allah terdengar di telinga. Dengan segala kealpaan dan kekhilafan, kita tak pernah takut jika Allah Yang Maha Menguasai segalanya membenci kita dan memalingkan wajah-Nya, kita pun tak pernah mau tahu, Rasulullah SAW mengenali kita atau tidak di Padang Masyhar nanti. Kita juga tak peduli melihat diri ini jauh dari kumpulan orang2 sholeh dan beriman.

Mari tanyakan dalam hati kita masing-masing...