Laman

Cinta karena Allah dan Benci karena Allah

0 komentar

Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan keterangan yang menerangkan tentang cinta karena Allah dan benci karena Allah?
Jawaban: Keterangan tersebut ada dalam hadis berikut:
عَنْ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَبْلُغُ الْعَبْدُ صَرِيحَ الْإِيمَانِ حَتَّى يُحِبَّ لِلَّهِ وَيُبْغِضَ لِلَّهِ فَإِذَا أَحَبَّ لِلَّهِ ، وَأَبْغَضَ لِلَّهِ فَقَدْ اسْتَحَقَّ الْوِلَايَةَ لِلَّهِ
Dari Amr bin al-Jamuh bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah bersabda: Seorang hamba tidak bisa merasakan hakikat serta manisnya iman sehingga ia bisa cinta karena Allah dan benci karena Allah. Apabila ia cinta karena Allah dan benci karena, Allah maka ia berhak mendapatkan pertolongan Allah .
Maksud dari hadis ini, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Barîqah Mahmûdiyyah, bahwa seluruh interaksi seorang hamba dengan hamba yang lain tidak didasari motivasi apapun selain karena Allah . Mencintai orang lain yang ahli iman dan taat semata karena Allah , bukan karena hawa nafsu dan mencari materi duniawi. Dan benci kepada orang kafir dan ahli maksiat disebabkan kekafiran dan maksiatnya, bukan karena dia disakiti atau lainnya. 
Orang yang cinta karena Allah maka ia akan cinta kepada para nabi, para wali dan orang-orang saleh. Di antara syaratnya cinta bisa diterima adalah jika mengikuti tingkah laku dan akhlak kesehariannya. Jika mengaku cinta namun tidak mengikutinya atau justru menentangnya, maka tentunya cinta seperti ini adalah cinta dusta dan tidak diterima. Begitu pula orang yang benci karena Allah , maka ia akan benci kepada musuh-musuh Allah dan akan mengerahkan tenaga untuk membela agama-Nya dari serangan-serangan musuh-Nya.
Rubrik Sowan Buletin SIDOGIRI, Edisi 80, Jumadal Ula 1434 H