Laman

KITAB KUNING DI DUNIA PESANTREN

0 komentar

KITAB KUNING..

Kitab kuning itu hanya dikenal dalam tradisi pesantren khususnya dijawa. kitab kuning merupakan identitas budaya yang menggambarkan kultur keislaman masyarakat santri. identitas budaya kitab kuning yang paling mencolok adalah cara membacanya yang menggunakan metode "makna utawi iki iku"
didalam pesantren, kemampuan membaca kitab kuning merupakan salah satu dari parameter kecakapan santri. kiai ataupun para ustadz mengajarkan pengetahuan cara membaca yang benar menurut maksud dari isi kitab kuning tersebut. kemampuan baca ini salah satu dari sekian kemampuan yang harus dimiliki para santri selain empat kecakapan atau maharotul lughoh; membaca, menulis, mendengar dan berbicara.
kitab kuning merupakan kitab warisan ulama' salaf. disana pelbagai disiplin ilmu diajarkan. mulai dari ilmu alat(nahwu sharaf, balaghah), ilmu fiqh; dari mabadi' fiqhiya hingga kitab fiqh madzahib, ilmu akhlak, ilmu mawaris, bahkan juga ilmu kalam dan aqoid.
biasanya pesantren mengajarkan semua disiplin ilmu kitab kuning. pesantren ini mengajarkannya secara berjenjang sesuai dengan kebutuhan dan tingkatan kemampuan santri. untuk ilmu alat biasanya diajarkan sedini mungkin guna mempersiapkan santri menguasai disiplin ilmu-ilmu lannya. meskipun begitu tidak sedikit pesantren yang memiliki identitas khas.
sebagai contoh, pesantren tebuireng pada mulanya dikenal pesantren yang mengambil spesialisasi bidang hadis. hadhorotus syiekh dikenal memiliki sanad hadis shahihaini dan muwatha'. begitu juga pesantren LIRAB di jawa tengah terkenal dengan pondok ilmu alat. konon disana shalawatan-nya santri tiap menjelang shalat adalah membaca bait-bait alfiyah.
sebagai identitas, masyarakat santri dan pesantren senantiasa menggunakan kitab kuning sebaga rujuan setiap masalah yang muncul di masyarakat. pesantren tidak merujuk pada buku-buku putih dan teory-teory diluar kitab kuning. bagi mereka seolah kitab kuning itu sudah memuat segala macam jawaban atas pelbagai masalah yang tiimbul.
kitab kuning dari segi muatannya ada yang mu'tabar maupun ghoiru mu'tabar. santri sangat dianjurkan banyak membaca segala macam kitab kuning. mereka boleh membaca kitab apapun baik yang diakui maupun tidak diakui pesantren. meskipun begitu dalam bahsul masail ada kode etik yang tidak boleh dilanggar yaitu santri diharuskan merujuk terlebih dahulu kitab mu'tabar sebelum menggunakan kitab ghori mu'tabar.
begitu pula didalam bahsul masail, sudah sejak lama kiai pesantren menerapkan pendekatan dua macam cara dalam merujuk kitab kuning. pertama merujuk isi teks( tekstual), kedua pendekatan manhajy. santri boleh menggunakan kaidah2 ushul maupun qawaidnya bilamana dalam teks2 kitab kuning tidak ditemukan jawaban dari kasus yang muncul, hal mana pernah terbukti di era mbah wabah versus mbah bisri diawal berdirinya NU.

Itulah Kitab Kuning di Dunia Pesantren..